Pendahuluan
Pada saat ini pengendalian on/off berbagai piranti listrik kebanyakan masih dikendalikan secara manual dengan menekan tombol saklar on/off.untuk mengendalikan berbagai piranti listrik tidak hanya dilakukan secara manual yang mengharuskan kita berada didepan piranti listrik tersebut dan menekan tombol saklar on/off saat ini mengaktifkannya bisa juga dilakukan dari jarak jauh menggunaka(remote control).
Teknologi remote control telah banyak dikembang-kan dengan memanfaatkan berbagai media transmisi. Beberapa diantaranya adalah remote control dengan memanfaatkan media infra merah, gelombang radio, internet dan saluran telepon. Sistem remote control melalui saluran telepon memiliki keunggulan dalam hal jarak jangkauan dan kepraktisan dibanding media lainnya. Salah satu fungsi handphone yang paling populer ialah untuk mengirim dan menerima SMS. SMS ini sangat cocok digunakan untuk sistem pengontrol wireless real time karena kecepatan pengiriman datanya, efisiensi dan luasnya jangkauan, namun kelebihan handphone dengan fasilitas SMS-nya ini masih perlu dihubungkan ke suatu perangkat kontrolkelebihan handphone dengan fasilitas SMS-nya ini masih perlu dihubungkan ke suatu perangkat control untuk dapat melakukan pengendalian on/off piranti listrik dari jarak jauh.
Saat ini salah satu perangkat kontrol yang cukup praktis dan banyak digunakan adalah mikrokontroler yaitu sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan dapat menyimpan program didalamnya. Kelebihan utama mikrokontroler ialah tersediannya RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga memiliki ukuran yang sangat ringkas dan lebih leluasa untuk dihubungkan dan melakukan pengontrolan terhadap perangkat lain.
Rancangan Penelitian
Sistem ini memanfaatkan koneksi port serial pada konektor data ponsel yang terdapat pada tiap ponsel untuk keperluan pertukaran data ponsel dengan periferalnya seperti handsfree atau keperluan update program, sedangkan mikrokontroler berperan sebagai
pengolah data serial yang diterima dari ponsel. Komunikasi antara ponsel (handphone) dengan mikrokontroler adalah secara serial asinkron yang bersifat full-duplex, artinya port serial bisa mengirimdan menerima pada waktu yang bersamaan, untuk itu diperlukan suatu interface untuk mensinkronkan kedua perangkat ini (yaitu: handphone dan mikrokontoler),sehingga kedua device ini bisa berkomunikasi (saling bertukar data).
Dalam mengakses handphone, mikrokontroler mengirimkan perintah AT-Command yaitu suatu command yang diawali dengan AT+ (seperti perintah >(prompt) pada DOS) yang akan dikirimkan oleh mikro melalui port serial handphone untuk memerintahkan handphone agar menjalankan aplikasinya seperti membaca dan mengirimkan SMS. Setelah terjalin komunikasi, alat akan mendeteks ada atau tidak handphone, setelah itu handphone akan terus dalam keadaan standby dan menunggu SMS yang masuk, SMS yang masuk ke handphone akan dideteksi merupakan sebuah perintah atau bukan, jika bukan maka SMS tadi akan terhapus secara otomatis dari memory handphone, jika SMS yang masuk merupakan perintah yang dikenal maka SMS tadi akan dikodekan oleh pengendali mikro dan kemudian diteruskan ke keluaran alat.
Perancangan dan perealisasian alat ini meliputi 2 bagian yaitu: perancangan perangkat keras dan perangkat lunak.
Perancangan perangkat keras meliputi:
1. Perancangan untai pengendali mikrokontroler.
2. Perancangan komunikasi serial dari handphone ke alat .
3. Perancangan untai keluaran.
Perancangan perangkat lunak mencakup semua program penunjang yang digunakan untuk mengoperasikan pengendali mikro yang akan mengirimkan serangkaian instruksi-instruksi yang diperlukan dalam pengaksesan data pada ponsel termasuk instruksi untuk mengkodisikan respon ponsel apabila ada perintah SMS yang masuk. Perangkat lunak ini akan mengatur keseluruhan kerja sistem.
Perancangan Perangkat Keras
*Untai Pengendali Mikro
Pengendali mikro merupakan modul utama didalam skripsi ini untai pengendali mikro ini terdiri dariC pengendali mikro AT89S51, untai osilator pengendali mikro AT89S51, untai reset pengendali mikro AT89S51. Untai osilator terdiri dari sebuah kristal dan dua buah kapasitor. Untai ini dihubungakan dengan XTAL1 dan XTAL2, nilai kapasitor yang
dipakai sebesar 33 pF dan kristal yang digunakan mempunyai nilai 11,0592 MHz. untai reset yang direalisasikan memiliki kemampuan power-on reset,yang juga disertai dengan tombol reset, untai ini terdiri dari sebuah kapasitor, sebuah resistor dan sebuah push botton. Nilai kapasitor yang dipakai 10 uF nilai resistor yang dipakai 8,2 Kā¦.
PORT 2 dari mikro digunakan sebagai keluaran dari alat, keluaran ini akan dihubungkan ke relay.
PORT 3 dari mikro digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan sesuai dengan kegunaan dari port 3.
a. P3.0 (RXD) digunakan sebagai masukan dari komunikasi serial antara handphone dengan mikro.
b. P3.1 (TXD) digunakan sebagai keluaran ke komunikasi serial antara mikro dengan handphone.
*Untai Komunikasi Serial
Komunikasi antara handphone dengan alatdilakukan secara serial, dengan level tegangan untuk RS232. Dikarenakan adanya perbedaan level tegangan antara mikro dengan port kabel data serial handphone yang telah compatible dengan standar RS232, maka dibutuhkan sebuah pengubah level tegangan. IC max232 digunakan sebagai pengubah level tegangan TTL pada mikro ke level tegangan RS232. Komunikasi dilakukan secara asinkron dengan jumlah data 8 bit, noparity, dan menggunakan baud rate sebesar ±57600 bps, untuk pengiriman data digunakan fasilitas yang ada pada pengendali mikro yaitu fasilitas pada port 3.0 (RXD), port 3.1 (TXD) dan GND.
* Untai Keluaran
Terdapat 8 jalur keluaran dari alat, tiap-tiap jalur keluaran dihubungkan ke sebuah lampu dan 4 jalur dihubungkan ke relay. Relay ini menggunakan power supply sebesar 9 V, switching-nya menggunakan transistor dengan konfigurasi common emitter. Relay digunakan sebagai penghubung dan pemutus arus AC, pengontrolnya menggunakan arus DC.
*Perancangan Perangkat Lunak
Pada awal program dilakukan penginisialisasian komunikasi serial, setelah keberadaan handphone terdeteksi, alat akan membaca isi SMS yang masuk pada lokasi inbox I dan mengadakan proteksi panjang terhadap SMS tersebut, SMS yang memenuhi syarat akan dikodekan, setelah dikodekan alat, perintah tersebut akan di-implementasikan di keluaran pada PORT 2 mikrokontroler. Setelah perintah berhasil direalisasikan alat akan mengirimkan sms balasan ke handphone pengirim yang berisi status dari keluaran. Untuk mengakses handphone dari mikrokontroler digunakan perintah AT-COMMAND.
Kesimpulan
Alat komunikasi antara handphone dengan mikro secara serial dapat dimanfaatkan sebagai alat pengontrol jarak jauh. Alat pengontrol ini dapat melakukan pengontrolan ketika terdapat SMS di memory handphone Sedangkan Handphone yang bisa digunakan hanya yang support dengan AT-Command.
Adapun kabel data handphone yang digunakan harus yang original atau yang bisa berkomunikasi secara full-duplex untuk mengirim sekaligus menerima data dari dan ke mikro,dan juga dapat melakukan pengontrolan jarak jauh hingga beratus-ratus bahkan beribu-ribu km tergantung luasnya jaringan GSM.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.